Gunungkelir

Jumat, 23 Mei 2008

PERBURUAN ITU



ini adalah cerita tentang sibolang , sigentho, sigondrong , sikawer , sigembes. di dusun atau kampung Tlogosirah , Katerban , Donorejo ,yang di kenal juga puncak Kelir saya sekarang banyak menghabiskan waktu dan kembali ke desa dimana saya bertahun di besarkan .
Anda Suka Berburu....?
Lingkungan saya dominan adalah lahan pertanian perkebunan bahkan sebagian adalah hutan milik Perhutani jadi menjadi suatu tempat berkembang biak bagi hewan liar
Banyak hewan yang berkembang dan hidup dalam koloni hutan lingkungan saya , burung beraneka ragam berkicau ,ayam hutan,harimau akar,blacan,musang,kera,tupai,kalong,luwak,babi hutan dan banyak lagi.
masyarakat lingkungan saya rata suka berburu di masa dulu waktu saya kecil sering saya melihat orang memburu kijang, babi hutan dan waktu itu masih dengan cara tradisional bawa pentungan ,tombak dan parang,


ini si bolang dan si gentho berbaur antara tradisi dan senioritas kita bina kerukunan masyarakat desa hutan hehehe,berlari bersama,teriak,dan,dor......eh kalo punya saya ......pluck.(pake peredam) hore hore......jatuh tupainya..

kita berburu tapi awas jangan menembak asal dan sembarangan dilarang menembak burung apapun jenis dan mereknya apalagi milik orang jian gak boleh sekali itu peraturan ya..........
gak boleh menembak atau memburu hewan langka dan yang dilindungi baik secara hukum ataupun dilindungi apapun,

nah sekarang para pemburu cap kampung saya telah memegang senapan angin walau masih memakai merek murah tapi ada juga kok yang mahal pokoknya apapun jenis senapanya pelurunya masih kaliber 4,5 jadi tidak menggunakan ijin pada organisasi PERBAKIN tapi masih cukup ijin orang tua ,istri ,dan pak RT itupu ijin gratis tidak di kenakan bayaran dengan cara tradisional pemburu cap kampung an yang dilindungi hukum kampung an juga selalu menghitung waktu untuk perburuan ( Musim Berburu ) juga melakukan ritual sebelum berburu , sedang ritual itu biasanya di lakukan di suatu tempat yang telah di sepakati.adapun ritual tersebut adalah :
1 . Memakai pakaian seragam berburu ( baju jelekan )
2 . Menseting Plisir ( Stel Incaran )
3 . Menentukan Arah perburuan
4 . Membagi kelompok
5 . Berdoa ,kepada Tuhan YME
setelah pada makan nasi ( Takut kelaparan ) menyiapkan alat penunjang kemudian
Siap grak ......semua pasukan senapan,pasukan pelacak,penggebuk ,jalan dan teriakan pun rame ........Pict0030_4 ....... nah ini dia si gentho dan si gondrong disuatu sore meluangkan waktu untuk mencoba senapan masing masing si gentho dengan sharp by japan dan si gondrong pake Feinwerkbau by german ternyata ngos ngos dan tes tretes keringatan .......





anda juga pemburu ............ kita pemburu
Tapi apa yang kita buru
memburu Harta
memburu Tahta
memburu kekuasaan
memburu jabatan......
memburu kemudian membunuh
dengan segala kelicikan memburu
menjadi koruptor karena memburu
ah aku kan pemburu hantu
memburu keadaan
pemburu kepastian
memburu keadilan hwalah dalah
puck.......pluck.........dor ......dor

Kamis, 22 Mei 2008

.....Genthokelir....

siang itu berada diantara orang berkecimpung dalam dunia IT berdiri dan berfoto jadi nampak laen sekali , seperti biasanya ketika ada tamu datang kemudian basa basi saling sapa dan tegur ,ngosa ngobsi kemudian sampai pada keperluan bla bla tower, radio, catu daya ,dll.

weh sebenarnya aku nih apa dan siapa ,lha kok aku malah mbingungi, apa yang kubuat seberapa jauh aku berjalan seberapa lama aku hidup dan seperti apa yang aku ingini menjadi apa yang ku ingini .

MEMPERTAHANKAN HIDUP dengan susah payah jauh dari profesionalisme ,mengikuti suruhan orang diperbudak jabatan,diperalat gaji,dibeli harga rupiah,meratapi ketidak adilan mencerca orang lain karena merasa diri paling hebat,hidup diantara perintah atasan ,disiksa idiologi pahit ,perinsip yang mengekang karena adalah pegawai negeri,pengajar dan seabrek profesi yang membuat orang menghargai semu,mencoba korupsi waktu dan apa yang bisa kita korupsi,berteriak jangan tapi kita pelakunya.mencuri waktu dengantidak disiplin ,melakukan pembenaran ,mencari alasan ,munafik dan tidak menyadari bersombong diri pada profesi " Aku Kan PEGAWAI ( Negeri.Swata ) aku kan Guru,aku kan Bupati dan aku Kan Penjahat.

MERUBAH HIDUP dengan menjadi rakyat kasta paling rendah lapis paling bawah,yang di suruh dan mengalah,yang dibayar jikala bekerja ,dan berkarya ,yang tidak memiliki jabatan sosial status yang busuk,menjadi pelayan ,kambing hitam yang tidak memiliki jam kerja tidak memakai seragam ,tak pake dasi dan boleh pake sendal dan celana jins,kaos potong,yang berhitung pada kali dan bagi ,tambah dan kurang,berbagi keuntungan dan resiko,menjadi bebas tidak harus munafik ,yang harus berkeringat ( yang tak seperti pegawai negri ngantor gak ngator di gaji ngantor pun sekedar datang) yang harus punya batasan perolehan ,yang harus percaya Tuhan pembagi rejeki bukan Atasan atau pemerintah yang Menggaji

dan tulisan ini masih memilih judul

A . Genthokelir pake sandal jepit

B . Diantara Para Profesional

C . Cah Bingung

D . Reformasi Diri

Pembaca berkenan membantu memberi judul saya sangat berterimakasih

FOTOGRAFER by Ari Subowo Jogja Media Net ( Jogjakarta )

Selasa, 20 Mei 2008

Islam Sesat ?

Malam ini saya terjebak dalam satu forum yang membahas tentang polemik aliran agama islam yang terjadi di desaku.( salah satunya dianggap meresahkan caranya serta dianggap sesat )

awalnya saya di undang untuk mendengar dan memberikan pendapat dalam masalah yang ditimbulkan antara pro dan kontra masalah agama yang muncul di desa saya. baca selengkapnya

Kebangetan Nasional

PART I

Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.

Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.

Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.

Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.

Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.

Pendukung Penjajahan Belanda

Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.

KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.

“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.

BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.

Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.

Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”

Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.

Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.

Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.

Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908. (Ditulis oleh/Rizki Ridyasmara)

PART II

Dalam tulisan bagian pertama, ( KEBANGKITAN NASIONAL )telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:
- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,
- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

Sifat:
- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,
- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:
- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,
- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:
- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,
- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:
- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,
- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:
- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:
- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,
- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

Kerakyatan:
- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,
- BO bersifat feodal dan keningratan,

Melawan Arus:
- SI berjuang melawan arus penjajahan,
- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:
- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,
- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

Seharusnya 16 Oktober
Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.

Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.

Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (ditulis/Rizki Ridyasmara)

Senin, 19 Mei 2008

Listrik Mandiri

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan gambar yang terpampang,Gambar tersebut adalah Turbin ventilator yang selama ini di gunakan sebagai alat yang membantu sirkulasi udara . pada pabrik pabrik yang butuh sirkulasi udara yang baik biasanya memasang alat ini ,alat ini tidak membutuhkan catu daya atau energi listrik untuk memutarnya.Lantas apa yang menarik dan menghubungkan antara turbin ventilator dengan listrik mandiri.kita banyak tahu bermacam macam pembangkit energi listrik yang ada di Indonesia ,ada PLTU ( Uap ) ,PLTA ( Air ),PLTN ( Nuklir) .PLTG,PLTD dll .pada saat ini Indonesia mengalami kekurangan pasokan energi pembangkit listrik dari tenaga uap dan tersendatnya BBM untuk pembangkit yang berpenggerak mesin diesel.dari beberapa pembangkit yang bisa kita kembangkan mungkin yang tidak terlalu mahal infestasi serta tidak terlalu ruwet adalah pembangkit energi angin,mungkin kalau anda lihat gambar pembangkit yang bertenaga atau memiliki sumber tenaga penggerak dari angin yang banyak kita jumpai di luar negeri. akan berfikir bahwa investasi yang cukup besar.tapi yang akan saya sampaikan adalah kita mengubah turbin yang besar yang tentu membutuhkan debit angin yang kuat untuk memutar kincir atau turbin angin tersebut,tapi jika kita menggantikan atau memfungsikan turbin ventilator sebagai penggeraknya.nah tentu akan memungkinkan sekali untuk industri listrik rumahan atau sekedar untuk mencukupi kebutuhan listrik sendiri atau paling tidak untuk mengurangi ketergantungan terhadap listrik dari PT PLN. perinsip kerja yang kita akan pake mungkin besar kesamaanya dengan perinsip penggerak tenaga turbin anginsetelah anda melihati sketsa ini mungkin sudah mulai menggambarkan sistem terproduksinya listrik ,cuma disini kita akan mengganti yang menghasilkan tenaga putar generator bukan lah kipas angin atau turbin angin yang besar melainkan turbin vetilator yang sering kita pasang di atap rumah.

nah turbin turbin yang kecil ini kita hubungkan dengan poros yang akan kita transmisikan dan akhirnya akan kita jadikan penggerak motor pembangkit listrik yang kemudian akan kita tingkatkan catu daya yang dihasilkan oleh dinamo listrik yang kecil dan kita simpan dalam batery ,kemudian kita akan tingkatkan daya yang masih kecil tersebut dengan piranti elektikal penaik tegangan ,nah kira kira sampai disini dulu penggambaran saya mengenai penggerak alternatif untuk penghasil listrik mandiri,untuk proses terjadinya kita tentu membutuhkan riset yang panjang untuk membuktikan ide dan angan angan ini selamat mencoba mengotak atik sendiri untuk alternatif energi listrik kita sendiri.

Minggu, 11 Mei 2008

KREATIFITAS DAN TECHNOLOGI

Banyak orang bilang technologi itu mahal,atau yang mahal technologinya

saya awali dengan cerita ketika pada suatu hari saya kedatangan tamuyang kemudian mengomentari sesuatu yang dia pandang diatas genteng rumah saya
Tamu : Mas Itu antene apa
saya : Itu antene internet
Tamu : Kok gak kaya yang sering saya lihat ada grid dan kaya para bola
saya : kan ini beda
Tamu : Ini yang lebih mahal harganya ya mas
saya : Kalo dinilai harga rupiah ini justru murah
saya :ya ini kan hasil rekayasa ,dan kreatifitas jadi kalo di rupiahkan bingung
Tamu : Emang yang bikin sapa mas
saya : Mas Bayu teknisinya UIInet
orang kadang melihat sesuatu yang asing akan mandang dengan cara mereka sendiri dan menghasilkan opsi atau sudut pandang yang berbeda dengan yang lain karena masing masing punya latar belakang pengetahuan yang berbeda pulaPict0030_1














lha pada suatu hari lagi aku kedatangan tamu lagi kali ini seorang teknisi yang sudah biasa berhubungan dengan antena wireles untuk internet dan dia juga melihati antena yang sama dan bertanya pula kesaya

Teknisi : Ini antene untuk internet ya mas
saya : Iya mas
Teknisi : woh hebat ya yang bikin ,kreatip dan unik je
saya: itu yang bikin teman saya mas
Teknisi : ini SSID nya GENTHOKELIR ya mas
saya : katanya begitu wong yang bikin antene mas bayu UIInet dan yang bikin SSID mas Ndaru tukang teknisine UIInet juga
Teknisi : Soale saya pas di kebumen scan2 dapat SSID namanya GENTHOKELIR barangnya ternyata pada disini to mas
saya : woh gitu to
Teknisi : wah barang ini keliatannya sepele tapi kasiatnya jos ya mas
saya : wah itu kan karena ramuan dari Ngawi mas yang di racik mas Bayu
Nah betulkan masing masing orang yang punya latar belakang berbeda tentu cara penilaian nya berbeda,sebuah technologi itu akan terasa mahal apabila kita sendiri tidak memiliki kreatifitas untuk membuat menjadi murah,namun teknologi (Perangkat) yang murah itu dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar ketimbang perangkat technologi yang mahal secara harga rupiah dan dolar.artinya dengan kreatifitas yang tinggi dan disertai kemampuan yang memadai dapat mengubah barang atau piranti yang dianggap murah menjadi bermanfaat luar biasa.jadi sudah barang tentu semahal apapun technologi ataupun perangkatnya semua bergantung pada kreatifitas dan kemampuan penguasaan terhadap tecnologi itu sendiri
anda pengen mengetahui tentang siapa yang membuat antene tersebut baca selengkapnya di http://kangdiman.web.id/ dan mengenai siapa yang support untuk SSID GENTHOKELIR silahkan kunjungi

Dscn9542

http://sapi.web.id/

PENCURI LISTRIK

Berikut adalah tanggapan terhadap tulisan mas Gunawan ( baca selengkapnya di http://tukangsapu.web.id/?p=33

hal yang di paparkan sebenarnya bukan sesuatu yang tidak mungkin tapi adalah memang hal yang patut untuk di pertimbangkan untuk MANAGE nya
sebenarnya sudah bukan rahasia lagi kalo sekarang di indonesia marak sekali pencurian listrik ,sebenarnya hal itu terjadi dari dulu .
cuman kenapa masalah itu mencuat kini itu kapan2 kita bahas ( kayak politisi aja hahahah )
sebenarnya technologi filtering,monitoring dll yang Support sekali untuk menghindari pencurian listrik itu mestinya ada dan banyak cara untuk memanagent mas namun yang kita tanyakan seberapa seriuskah PLN dan pemerintah untuk menangani hal tsb dan kenapa technologi diluar sana kok tidak diterapkan disini ( tentu pertanyaan Wong Ndeso )
menurut saya untuk melakukan management seperti wacana yang anda paparkan bukan beralasan mahalnya infestasi ,karena berapapun infes yang di keluarkan pasti akan kembali
tapi yang harus dipertimbangkan adalah seberapa efektif hal itu terjadi yang disini berhadapan dengan moral kita yang ntbone PENCURI.komplek sekali dan kita memang harus menyadari bahwa di akhir akhir ini apapun DIPOLITISIR.apakah kita sadar bahwa wacana yang dimunculkan untuk listrik itu benar atau hanya alasan politik nah itu yang kita perlu cermati juga .karena hal itu tidak akan terjadi bagi bahasa seorang TECHNOKRAT masalah cadangan BBM dlsbg itu kan bahasa seorang BIROKRAT
sedang alasan pencurian listrik tersebut sebenarnya kita juga harus cermati SIAPA yang mencuri kalo rakyat yang mencuri seberapa banyak,kalau dibanding perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan pelaku juga berhubungan dengan tanda ?
bagi orang yang matang dalam Tecnologi Energi di Indonesia banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk menangkis atau menepis alasan kekurangan cadangan BBM dll pokoknya menurut saya kalo memang alasanya pemadaman karena kekurangan supply BBM trus maraknya pencurian dianggap sebagai alasan itu cuma bahasa politik tapi kita juga harus pahami bahwa sesuatu yang terjadi yang kita harapkan adalah eses baiknya
yang bisa membingungkan lagi mas
DI negara yang hebat tecnologi nya dan orangnya juga pandai2 seperti jepang yang pernah saya kunjungi kenapa mereka tidak menggunakan tecnologi anti pencurian listrik padahal orang2 disana juga pintar untuk mengAkali mencuri dengan technologi cuman kenapa disana tidak ada pencurian
jawabnya :MENTAL DAN BUDAYA yang tidak membentuk pencuri

hahahahaha ini cuma suaranya WONGSO ( wong ndeso)
komplit koment

Sabtu, 10 Mei 2008

Email dan Usaha

Sore ini aku kedatangan tamu
weleh weleh mobilnya keren
ternyata orang orangnya keren juga ada dosen ekonomi ada sarjana teknik ada sarjana hukum dan ada juga bekas di hukum
kok ada yang gak asing dimata nya GENTHOKELIR yaitu ada sing kalungan GPS
wah ki musti ada hubunganya dengan letak geografis bukit kelir
Ngobrol sana sini wooooo mau pasang antena buat ripiter mas ,saya kan punya warnet di wates mas,dulu kan bla bla bla ( panjang cerita ) .
intinya mau pasang antene untuk ripiter data melalui towernya GENTHOKELIR,setelah selesai kusak kusuk akhirnya dill harga dan lain sebagainya.
aku sebenarnya geli campur seneng ketika ngobrol sana sini bahkan sempet cerita tentang ketidak mengertiannya pada internet,lhah sampean kan juragan warnet ,mosok email aja kagak ngerti ,weleh eleh.betul mas jawabnya,malah dia sempet cerita kalo pernah baru baru ini sebagai pembicara yang topiknya " Pentingnya Internet "
nah inilah yang menarik saya simpulkan ketika seorang penjual ( sales,Marketing) yang banyak saya temui umumnya mereka tidak mengerti betul secara teknis,apa dan bagaimana yang mereka jual,hal itu sangat berpengaruh terhadap pembeli,dan ketika seorang pengusaha tidak menguasai secara teknis bidang dimana dia berusaha maka yang sering terjadi adalah kemandulan usaha itu.ada sebuah pepatah seperti apaun bodohnya seorang ahli management dia itu bos,sedangsepandi apapun dia seorang teknisi tetep aja kuli ( kalo ada teknisi yang jadi bos itu karena belajar management )

pokoknya aku juga pernah membaca bahwa 10 pengusaha indonesia 9 diantaranya bukan sarjana ( berpendidikan formal rendah )

okelah mungkin memang benar kalo di hubungkan dengan ESQ seperti yang di jabarkan oleh Mr Ary Ginanjar di bukunya THE ESQ WAY ada kalanya kesuksesan seseorang boleh didasarkan karena emosional dan spriritual yang di kelola dengan baik,ya gitulahPict0030_2

kembali ke cerita tentang tamu itu crita crita bahwa banyak kekesalan dia karena di kerjain ditipu dll , wogh kok tragis ya

ini sekedar cerita yang bisa di simpulkan dan di ambil maknanya sendiri oleh kita dan manfaatnya

wah aku bilang jangan investasi atau usaha internet kalo gak ngerti mending investasi di usaha pembudidayaan Kambing Etawa aja nati tak kasih tahu cara dan ilmunya ha ha ha ha

Kamis, 08 Mei 2008

Kambing Etawa

Di Desa Donorejo Kec Kaligesing ada satu jenis kambing yang merupakan ras yang baru yang tercipta .karena dalam sejarahnya kambing tersebut memang merupakan perkawinan silang dari kambing asli jawa dengan kambing dari luar negeri yang terjadi pada jaman penjajahan dulu

dalam perkembangannya kambing tersebut menjadi ras tersendiri yang unik dan sesuai dengan alam yang mengembangkannya

Pict0009

dan sudah barang tentu kambinglah yang menjadi andalan petani ternak di pebukitan menoreh bagian selatan dan barat tersebut,dalam menopang kegiatan ekonomi .

pembudidayaan kambing ras PE (Peranakan Etawa ) di Kec Kaligesing,dan daerah menoreh sekitarnya,pada saat ini sudah menjadi kegiatan yang menjadi andalan petani ternak secara turun temurun,dalam cara perawatan ,pengembangan ,dll ditemukan dengan riset langsung,dan berdasar pada pengalaman tradisi yang melekat pada proses yang panjang.

dalam perkembanganya Peranakan Etawa sudah menjadi komoditi yang luar biasa bagi peternak di Kec Kaligesing dan sekitarnya,dibuktikan dengan seringnya di ekspor nya kambing tersebut ke daerah luar.

Apa yang menarik di kambing PE (Peranakan Etawa)

banyak hal sebenarnya yang kalo ditulis bisa ber Episode panjang,tapi yang akan saya sampaikan adalah sekelumit menariknya Ivestasi kambing PE,satu contoh saya pada tahun 2003 dulu membeli satu induk yang harganya lumayan buat kantong saya,Rp 3,5juta ( Induk Etawa ) kemudian saya pelihara dengan sistem gaduh ( Bagi Hasil ),beberapa bulan( Masa Mengandung ) berikutnya kambing saya beranak 2 ,

Pict0007_1 gbr Anakan Etawa

dan karena saya pelihara dengan bagi hasil berarti saya dapat bagian satu dari 2 anak yang lahir,setelah selesai nyapih ( Masa Menyusui ) saya coba carikan penawar dari pedagang untuk taksir bagi hasilnya ,waktu itu dua kambing tersebut sudah ditawar dengan harga 4 juta,berarti saya dapat separohnya yaitu 2 juta karena memang kebetulan pacaane (Assesories Spesifikasi Kelas ) bagus dan bebas dari leloro( Macam Penyakit ). nah mari kita hitung berapa keuntungan dan berapa waktu yang di butuhkan untuk mendapat hasilnya. mudah bukan ? Modal 3,5 , satu bagian anak 2 jt

itu satu contoh kecil dan untuk mengetahui selanjutnya tentang Peranakan Etawa ,mudah2 saya dapat menyampaikan dalam postingan berikutnya ,tentang:

1 . Peranakan Etawa

2 . Induk Etawa

3 . Bagi Hasil

4 . Masa Mengandung

5 . Masa Menyusui

6 . Assesories Spesifikasi Kelas

7 . Macam Penyakit

BLOGGER DADI RATU


tangapan pada postingan mas topik tentang PETRUK DADI RATU di : http://yogya_loecoe.blogs.friendster.com/my_blog/

pesan yang tersirat yang mampu saya ambil manfatnya adalah siapa sebenarnya petruk ( punokawan ) yang sebenarnya dalam babad Mahabarata serta Bharata yuda tidak diberikan keterangan nya,serta alur cerita yang di beberkan
apakah betul ( dalam Analisa Genthokelir ) sang petruk adalah (Punokawan.semar .petruk.gareng.dan bagong) gambaran pamomong yang sebenarnya punya andil besar dalam mengawasi dan membina jalan nya kepemerintahan yang dipimpin oleh bendhorone (bosse) atau saya hanya salah menafsirkan sesuatu yang ingin disampaikan oleh beliau (njeng sunan kalijogo) bahwa dalam satu era nanti ada kalanya sosok punokawan yang jadi pemimpin seperti dalam kisah PETRUK DADI RATU
dalam kaca mata saya di era pemerintahan dan perkembangan politik yang terlihat di Indonesia sangat2 sangatlah memungkinkan (membuka peluang ) untuk sosok Petruk (rakyat lapis pamomong .INS batur) untuk duduk diatas kursi ratu tapi apabila kita benar cermati kelanjutan kisahnya tahta tersebut tak lama dimana dalam kisah diceritakan bahwa petruk bisa jadi ratu karena menemukan baju atau pakaian ( sistem nilai )sang ratu dan dia mencoba mengenakanya maka jadilah dia ratu dan duduk di tahta
namun yang mesti kita cermati bukan sekedar jadinya mestinya adalah aplikasi dari kejadiannya dan akhirnya karena tanpa didasari ilmu dan kemampuan yang cukup seorang ratu (pemimpin ) hanyalah bisa mengenakan sistem nilainya saja tanpa bisa mengaplikasikan dan mengimplimentasikan dalam kepemimpinanya,bisa dibilang lebih pada sitem pakainya saja.
yang lebih menjadi pertanyaan di saat perkembangan politik yang ada saat ini yang mustinya kita pedulikan adalah siapa sebenarnya punokawan yang dalam pewayangan (penggambaran) versi njeng sunan jelas .sebagai rakyat biasa bukan birokrat tapi memiliki kewenangan dalam mengawasi,memperingatkan.serta menunjukan.arah dan jalanya kepemerintahan sebuah negara jadi kemana makna yang mesti kita ambil dalam kisah PETRUK JADI RATU sebenarnya adalah pesan dari Njeng Sunan ( dalam kemampuannya melihat masa yang akan datang RED ) yang sampai hari ini sekedar terkabur di atau pada kelucuan .......mungkin sebuah kesengajaan mbah topik menuliskan dan mengingatkan kita untuk kembali menjabarka pesan pesan yang termuat dalam PEWAYANGAN
KALAU YANG JADI RATU ITU BLOGGER
mungkin pakaianya ( sitem nilainya ) adalah global dan UNIVERSAL

trima kasih bagi yang peduli dengan coretan ini
tak lebih hanya sekedar rasa hormat terhadap Mbah topik dan para pembaca
hormat saya ............yang tersebut sebagai Gentho kelir

Rabu, 07 Mei 2008

THE SANDAL an

Pict0003_1
Masih ingat kita pada Mbah Marijan ?
lalu apa yang kita tangkap dan maknai setelah mendengar cerita tentang dia
tentu deras mengalir cerita yang heroik ,berani,dan campur nekad,dan di anggap membangkang, para ilmuwan pada saat merapi mengeluarkan lahar panas.
Lantas apa yang kita herankan
Yang Harus kita tahu adalah ketika mbah marijan berjalan dia tidak mengenakan THE SANDAL an ( Bertelanjang kaki ).kemudian apa hebatnya dengan orang yang tidak memakai THE SANDAL an
Mbah marijan tidak memakai THE SANDAL an disini dimaksudkan menjadi lebih membumi , lebih merasai bumi ,maka dia berani untuk naik ke puncak merapi jutru pada saat orang lain pada lari kebingungan untuk mengungsi,bukan berarti membangkang namun lebih pada keteguhannya untuk memohon pada Allah SWT untuk keselamatan masyarakat di sekitar merapi,
satu yang dapat kita ambil percontohan ketika Mbah marijan yang tak memakai THE SANDAL an menjadi seorang pemimpin negara, maka dia tidak akan mengungsi ketika bajir lahar ( kemarahan rakyat ) karena gejolak ketidakpastian nasib bangsa,tapi bahkan dia akan mendatangi sumber lahar tersebut dengan kemudian meminta kepada Allah SWT untuk meredakan dan menghindarkan rakyatnya dari bencana,dengan tanpa memakai THE SANDAL an .
dalam wacana tertentu ketika kita tidak memakai THE SANDAL an kita menjadi lebih merasai bumi tempat kita berpijak,lebih memahami bumi yang kita jadikan tempat ataupun media apapun dalam hidup kita.
Kaki dan tangan dari mbah Marijan selalu langsung melekat di bumi sementara kaki kita terhalang THE SANDAL an . kaki tangan anak terdidik generasi ilmu pengetahuan rasionalitas ini senantiasa bersih, hampir tak pernah bersentuhan dengan bumi baik sungguh-sungguh dalam pengertian yang sebenarnya maupun kiasan..
Yang mengelikan ketika maraknya pelbagai penyakit yang namanya Londo Inggris ( ASING ) kemudian sebagian orang menghubung hubungkan dengan THE SANDAL an." jangan jangan ketika tidak mengenakan THE SANDALan kita jadi lebih sehat,tetap bugar,tidak gampang kena penyakit. kemudian dengan latah tanpa jelas mereka mencopot THE SANDALan kemudian melakukan gaya gaya Tarsan menjadi pecinta alam ,naik gunung,sepeda santai dan lain sebagainya,tapi yang menggelikannya adalah cara membuminya yang beda ,karena generasi terdidik diam-diam meniru dengan acara naik gunung ramai-ramai, sepeda santai. Meskipun gaya meng alamnya orang terdidik ini tetap saja kelihatan 'palsunya', seluruh tubuh, kaki, tangan terbungkus rapi, dengan berbagai busana serta peralatan yang mahal harganya.
gaya hidup serta cara pandang orang yang terdidik dan mengenakan THE SANDALan memang beda dengan gaya Wong nDeso ,yang tidak memakai THE SANDAL an kerena sebuah kebiasaan

PEMBELAJAR

Pict0010

" Dan di antara tanda tanda ( Kebesaran-Nya ) ialah penciptaan langit dan bumi,pebedaan bahasa-bahasa dan warna kulit kamu , sungguh dalam hal yang demikian itu ada bukti-bukti bagi orang yang mengetahui"

- QS Ar Ruum 30:22

satu hukum ilmuwan terkenal yang disebut sebagai hukum ARCIMEDES ( yang merupakan nama penemu ) adalah

BJ ( Berat Jenis ) = Berat/Volume

mari kita kembali lihat sejarahnya bagaimana hukum tersebut ditemukan

adalah dimana seorang raja Sisilia yang memiliki mahkota yang terbuat dari emas murni yang di penuhi dengan hiasan ukiran yang sangat banyak pada lingkaran mahkota tersebut.hingga sebenarnya mustahil dapat mengetahui ukurannya,setelah beberapa saat dia memikirkan dan mencoba untuk menganalisa dia cukup kesulitan hingga akhirnya dia memerintahkan ilmuwan untuk mengukur volume mahkota emasnya,dipanggil olehnya sang ARCIMEDES dan diperintahkan untuk mengukur volume mahkota tersebut ,sang ilmuwan tersebut sangat kebingungan untuk menemukan jawaban,sangat sulit mengukur mahkota emas tersebut yang penuh dengan ukiran,dengan kebingungan ia pulang kerumah sambil terus memikirkan untuk mencari jawaban tersebut,ketika ia mandi dalam bak air tanpa sengaja ia celupkan tangannya kedalam air hingga air dalam bak tersebut ada yang tumpah.ia terpana melihat air yang tumpah tersebut kemudian ia mengisi penuh bak air tersebut ,selanjutnya ia masukan kembali tangannya maka airnya tertumpah kembali ,kemudian semakin penasaran ia pun akhirnya menrendamkan bagian tubuh yang lain dan air tertumpah kembali ,pada titik penasaran yang tinggi maka ia nekad merendamkan seluruh tubuhnya,tentu air yang tumpah menjadi semakin banyak.yeah !!! akhirnya sang ARCIMEDES teriak kegirangan yang menyatakan " saya dapat" . pada kejadian berikutnya dia datang ke Istana raja dan dia masukkan mahkota emas yang sarat dengan ukiran tersebut kedalam bejana yang berisikan air yang penuh ,sesaat kemudian air yang tertumpah ia masukkan kedalam gelas pengukur .dan akhirnya ia dapat menjawab berapa volume mahkota tersebut.

disini sosok ARCHIMEDES telah mampu mempelajari air yang tumpah ,kemudian ia menelaahnya dengan penuh sungguh - sungguh maka ia dapat melihat dan membuktikan ketentuan TUHAN , satu hukum yang tercetus oleh ARCHIMEDES adalah Ketentuan Tuhan yang mampu dibaca dan dipelajari oleh ilmuwan ARCIMEDES.

Dalam kehidupan ini kitapun punya kewajiban untuk melihat ketentuan Tuhan dengan belajar membaca ayat ayat TUHAN yang terkadung dalam Kitab Suci dan yang di jabarkan oleh TUHAN dalam ayat - ayat diluar Kitab Suci,tinggal seberapa mampu kita bisa melihat,menelaah hingga akhirnya kita dapat pula melihat Ketentuan Tuhan,

tidak menutup kemungkinan tanpa kita bisa menggunakan Akal yang sehat serta Pikiran yang jernih maka Kitab Suci seperti AL Quran pun jadi tidak ada artinya sama sekali bagi sebuah kehidupan manusia ,tentu saja dikarenakan apapun itu Kitab nya yang memuat ketentuan ketentuan Tuhan itu tak perna ada gunanya tanpa kita pelajari dan memaknainya ,karena ibaratnya Kitab tersebut adalah CD maka tak akan bisa kita lihat isinya tanpa perangkat Playernya,yang artinya sehebat apapun Kitab suci tampa kita gunakan akal serta pikiran kita maka jadilah dia seonggok tulisan.

Disini akhirnya yang merupakan penentu dari mampu dan tidaknya kita melihat kebenaranpun juga berdasarkan dari pembelajaran kita,karena masih banyak orang yang setiap hari bisa MENGUCAP " ya semua Karena ALLAH mengijinkan, ya Isya ALLAH dan lain sebagainya ,yang terbiasa melucur dari mulutnya yang kadang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataannya .kenapa ? Munafik? bukan karena hal tersebut tapi lebih karena tidak mempelajari kata kata tersebut dengan baik.

dalam suatu ketika saya melakukan sanjungan atau pujian yang saya tujukan pada orang orang tertentu maka yang saya lihat adalah besar kepala dan lainya tapi yang lebih ngeri lagi adalah ketika saya menyanjung seseorang " Mas kan pandai,baik hati dan rajin .kemudian seseorang itu menjawab " itu semua karena Allah .

Mudah sekali bukan jawaban yang nampak RELIGIUS dan seolah olah ia mengembalikan semua pada sang pencipta untuk menutupi hatinya yang takabur,dalam hal ini saya belajar dan menjadi pembelajar dengancara cara tersebut untuk mengetahui sebenarnya ketentuan Tuhan secara utuh

satu contoh kejadian saya memiliki beberapa teman yang ketika saya beri sesuatu dan saya berusaha baik ( menurut saya) maka teman tersebut menjadi semakin segan dan membalas kebaikan tersebut dengan sebuah kehati- hatian tapi dalam sisi yang lain ada pula teman yang saya beri sesuatu dan kemudian saya juga berusaha bersikap baik namun efek yang dimbulkan adalah NGLUNJAK ( tanpa kira kira ) dalam hal ini terlihat sekali kemampuan dalam memandang kebaikan sangat diperlukan akal dan fikiran guna menelaahnya serta mempelajarinya.

" Demi matahari,dan cahayanya dipagi hari,Demi bulan bila ia mengiringi ( matahari ).Demi siang bila ia menampakan ( matahari ).Demi malam bila ia menutupinya.Demi langit dan yang dibina padanya.Demi bumi dan yang dibentangkan atasnya.demi sukma dan penyempurnaanya

-QS Asy Syams 91 : 1-7

Senin, 05 Mei 2008

ISTRI ISTRI KITA

Istri pertama, Bu Sengsarawati, alias kesengsaraan,
hanya bisa diproduksi oleh penanganan masalah yang keliru,
managemen yang kontra-produktif, serta langkah tanpa strategi
dan taktik alias tanpa siyasah wa kaifiyah.
Istri kedua, Bu Roro Bingung, pasti merupakan output
dari tidak lengkapnya informasi, dari pengetahuan yang tidak memadai,
dari ketidaktahuan alias kebodohan, yang terpelihara dengan subur
karena telinga tuli dan hati hanya berisi nafsu. Istri keempat,
keputusasaan, bahasa Qurannya Taiasu, jadi namakan saja Bu Taiasu,
adalah akumulasi dari dialektika penghancuran: tidak mendengar maka tidak tahu,
tidak tahu maka tidak bisa, tidak bisa maka tidak kelakon,
tidak kelakon maka marah, karena marah maka penuh nafsu,
karena penuh nafsu maka tak bisa mendengar,
tidak mendengar maka tidak tahu...dan teruskan mubeng
lagu kanak-kanak di dusun-susun: Joko Penthil thela-thelo ayo
lo lopis mambu ayo mbu mbukak tenong ayo nong nongko sabrang
ayo brang brangkat kaji ayo ji jimat roo ayo jo joko penthiiiiiil thela-thelo....

Monggo kalau ada yang ingin dan bertahan menjadi Joko Penthil.
Selamat thela-thelo. Mudah-mudahan Allah tidak menganugerahkan opsi
keempat: fenomena tark. Allah meninggalkan kita. Kita kabur kanginan.
Mending Allah kasih opsi kelima: adzab yang berupa pemusnahan sekalian.***

Menagement Kesenangan,Kenakalan,Kepenatan

Sudah Merupakan hal yang Qodrati untuk manusia memiliki tiga hal yang melekat dalam keseharian dari pola hidup manusia.
Tiga kegiatan tersebut saling berhubungan dan saling beralasan antara satu dengan yang lain
KENAKALAN
kenakalan merupakan kegiatan yang sering kita sadar atau tidak untuk melakukannya ,kegiatan yang sering disebut kenakalan ini merupakan kegiatan yang biasanya ada efek yang merugikan fihak lain.
dalam jenisnya kenakalan tersebut di bagi dalam tiga golongan Besar dalam kontek dari efeknya
1 Kenakalan kecil ( Ringan )
2 Kenakalan menengah (Sedang
3 Kenakalan atas ( Berat )
disini tidak perlu dijelaskan terlebih dahulu golongan tersebut atau klasifikasi kenakalan tersebut
karena darri efek yang ditimbulkan dari kenakalan itu jelas akan masuk menjadi klasifikasinya
tapi yang lebih mendasari kenakalan tersebut adalah dari Kesenangan dan Kepenatan.
Kesenangan
kesenangan adalah kegiatan yang secara sadar dilakukan atas dasar untuk menghilangkan Kepenatan, sang pelaku sangat beralasan sekali dalam melakukan kesenangan itu adalah untuk menghindari atau mengurangi kepenatan
yang sering tidak kita sadari bahwa hal yang menurut kita menimbulkan efek senang bagi diri kita tapi kadang menjadi dianggap sebuah kenakalan bagi orang lain.ada juga kesenangan yang kita lakukan menimbulkan efek yang menyenangkan pula bagi sebagian orang yang dasar kesenangannya sama,dan tidak menutup kemungkinan kesenangan yang kita lakukan menimbulkan efek yang menyenangka bagi semua orang
tapi yang lebih mendasari adalah kegitan yang disebut kesenangan tersebut juga berakibat baik maupun jelek bagi subyek,ataupun obyek kesenangan
yang sering kesenangan tersebut sering kita lakukan atas dasar kata Kepenatan
Kepenatan
dalam terjebaknya manusia dalam rutinitas kehidupan biasanya akan timbul titik jenuh yang sering mengganggu dalam perasaan kita dan menjadi sebuah kepenatan
kepenatan juga bisa saja terjadi ketika kita melakukan hal yang awalnya kesenangan namun ketika berulang ulang kesenangan tersebut menjadi membosankan dan akhirnya kita menjadi penat
pada tingkat selanjutnya manusia harus sangat menyadari hal hal yang kita lakukan menjadi sebuah Kesenangan,Kenakalan,Kepenatan
karena dari efek yang ditimbulkan tiga hal tersebut saling berhubungan
dalam memanagement antara ketiganya harus saling dipertimbangkan dan di perhitungkan
dalam kesenangan yang kita lakukan yang berakibat merugikan fihak lain secara moral maupun material sering akhirnya disebut sebuah kenakalan karena kegiatan tersebut biasanya hanya menyenangkan bagi pelaku
tapi sebenarnya dalam kegiatan yang disebut sebuah kesenangan tersebut juga bisa berakibat kerugian bagi sang pelaku sendiri ,dalam contoh hal hal yang kita sebut diatas saya menrik pembaca untuk mengambil gambaran contoh prilaku kesenangan diri dengan sendiri
Dalam Memenagement tiga kata tersebut yang perlu menjadi bekal adalah dari sisi mana dan dengan cara pandang yang seperti apa untuk memahami dan memaknai tiga kata tersebut
Klasifikasiakan oleh kita sendiri kemudian kita amati klasifikasi secara Universal.
jadi kenalilah dulu apa yang akan kita management lalu lakukan pengamatan,perhitungan dan tentu menjadi rumus management yang menguntungkan.
dalam sebuah titik dimana kita memanagement tiga hal tersebut maka kita sangat sekali dipengaruhi cara pandang kita sendiri dan tentu juga cara padang tersebut juga didasari dari tingkat pendidikan ( Formal dan Non Formal ) dan didasari pula dari pengalaman hidup yang dijalani tersebut dan sudah barang tentu tingkat keberhasilan dalam dalam memenegement juga dari seberapa dekat dengan GOD SPIRIT
tiga hal yang saya sebut sebagai Kesenangan Kenakalan serta Kepenatan bisa menimbulkan Energi yang negatif dan positif dan simpulnya dalam memanagement hal tersebut kita juga butuh energi yang cukup pula untuk mengelola nya dan tentu kita harus mencari sumber energi yang cukup dari sumber yang aktual
pada intinya kita harus selalu mengembalikan dari sisi GOD POWER tentu semua akan mendasari management tersebut.
Tulisan ini tidak berati memberi solusi apapun kecuali akal dan fikiran kita yang jernih untuk memaknai dan akhirnya saya kembalikan bagi para pembaca untuk memberikan solusi sendiri dan menemukan cara sendiri dalam MANAGEMENT KESENANGAN.KENAKALAN.KEPENATAN